Orang - Aie Natasha - Jimmy Oentoro | Satu Cerita Untuk Indonesia

Aie Natasha CEO Enable Project

Food waste atau pemborosan makanan adalah salah satu masalah global yang semakin mendesak. Setiap tahunnya, jutaan ton makanan terbuang sia-sia di seluruh dunia, sementara di sisi lain masih banyak orang yang mengalami kelaparan dan kekurangan gizi. Fenomena ini tidak hanya menimbulkan masalah sosial dan ekonomi, tetapi juga memberikan dampak lingkungan yang signifikan, seperti meningkatnya emisi gas rumah kaca dan pemborosan sumber daya alam. Indonesia sendiri termasuk dalam negara penyumbang sampah makanan terbesar di dunia. Lebih dari 1,3 miliar ton makanan terbuang setiap tahunnya, padahal jutaan masyarakat Indonesia masih kesulitan mendapatkan makanan layak. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kesalahan dalam rantai distribusi, standar kualitas pangan yang ketat, hingga perilaku konsumen yang belum bijak. Berangkat dari keresahan inilah, Aie Natasha membentuk Enable Project, sebuah komunitas yang fokus pada isu ketahanan pangan dan edukasi tentang pentingnya pengelolaan sampah makanan. Enable Project sendiri didirikan tahun 2020, tepat saat pandemi, setelah Aie mengikuti Climate Reality Leadership Bootcamp. Dari situ, ia menemukan bahwa masalah food waste jarang dilirik oleh anak muda, padahal sangat krusial. Aie mulai menyadari bahwa isu limbah organik, seperti makanan, justru kurang mendapatkan perhatian dibandingkan sampah non-organik. Enable Project hadir untuk mengedukasi publik agar memahami pentingnya pengelolaan sampah makanan, mulai dari menakar makanan secukupnya, memperlakukan makanan kedaluwarsa, hingga mengolahnya menjadi energi terbarukan atau pupuk organik. Di desa, Enable Project menggandeng kelompok tani untuk mengolah limbah makanan menjadi pupuk. Di kota, mereka melakukan pendekatan edukatif dan kolaboratif kepada rumah tangga dan pelaku usaha makanan. Aie juga menjelaskan bahwa food waste terdiri dari tiga bentuk, yaitu sebelum makanan diolah, saat makanan sudah siap saji, dan makanan yang dibeli di toko namun tidak dikonsumsi hingga expired. Ketiganya sama-sama berkontribusi besar terhadap penumpukan limbah yang berdampak pada lingkungan. Sampah makanan menghasilkan gas metana, gas rumah kaca yang jauh lebih berbahaya dari karbon dioksida. Selain itu, limbah ini juga mencemari tanah dan air, dan membahayakan ekosistem. Karena itulah, edukasi mengenai food waste sangat penting dilakukan sejak dini. Aie percaya bahwa perubahan perilaku terhadap makanan adalah bagian penting dari keberlanjutan lingkungan. Gerbangtara, inisiatif kolaboratif yang juga dipimpin oleh Aie, bertujuan memastikan bahwa pembangunan IKN tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga pembangunan manusia dan kapasitas lokal. Didukung oleh Kemenpora, Kominfo, Kantor Staf Presiden, dan Bank Kaltimtara, Gerbangtara melatih masyarakat lokal dengan pelatihan kebijakan publik, scenario planning, dan kolaborasi multipihak untuk memastikan pembangunan IKN yang inklusif. Atas perannya, Aie Natasha mendapatkan sejumlah penghargaan, antara lain Pemuda Berprestasi dari Kemenpora tahun 2024 dan Puteri Pariwisata Kalimantan Timur tahun 2021. Melalui Enable Project dan Gerbangtara, Aie terus berupaya mengangkat isu lingkungan dan sosial yang sering terlupakan, dan mendorong generasi muda agar lebih peduli pada masa depan bumi dan sesama.